Sejak dahulu kala manusia selalu ingin mempunyai penjelasan atas apapun,
termasuk di dalamnya asal mula siang dan malam di bumi. Ini menyebabkan
manusia terdahulu menciptakan berbagai cerita atau kisah mitologi yang
menjelaskan hal tersebut. Berikut 10 kisah mitologi mengenai asal mula
siang dan malam di bumi.
1. Mitologi Jepang
Berdasarkan sejarah terciptanya Jepang, dahulu kala ada 3 dewa bersaudara anak dari Izanagi dan Izanami.
3 Dewa ini adalah Amaterasu si Dewi Penguasa Matahari dan Langit,
Tsukuyomi si Dewa Penguasa Bulan dan Malam, dan Susanoo si Dewa Penguasa
Badai dan Laut.
Suatu hari, Amaterasu memerintahkan Tsukuyomi untuk pergi ke Bumi dan
mengunjungi si Dewi Makanan, Uke-Mochi. Untuk menyambut Tsukuyomi,
Uke-Mochi memuntahkan beras, ikan, dan hewan lainnya ke Bumi. Hal inipun
juga digunakan Uke-Mochi dalam perjamuannya. Tsukuyomi yang mengetahui
hal ini merasa terhina dan membunuh si Dewi Makanan, Uke-Mochi.
Sesudah ia kembali ke langit, Tsukuyomi menceritakan semua kejadian yang
ia lakukan ke Amaterasu. Amaterasu yang mengetahui hal itu merasa malu
dan benar-benar marah atas Tsukuyomi. Ia kemudian bersumpah untuk tidak
pernah lagi menemui saudaranya tersebut. Oleh karena itu, begitu
Matahari terbenam, maka Bulan akan kabur dari Matahari untuk mengulang
siklus tersebut selamanya.
2. Mitologi Filipina
Dalam mitologi Filipina dikenal dewa Apolaki si penguasa Matahari dan
saudara perempuannya, Mayari si penguasa Bulan. Pada awalnya, kedua dewa
ini berada di bawah kekuasaan ayah mereka, Bathala si Penguasa Langit
dan Dunia. Sayangnya, singkat cerita kekuasaan Bathala berakhir dengan
kematian Bathala dalam perperangan. Inipun menyebabkan Apolaki dan
Mayari berebut kekuasaan.
Apolaki ingin menjadi penguasa tunggal dari langit dan dunia, sedangkan
Mayari ingin berbagi kekuasaan dengan Apolaki. Dalam pertempuran mereka,
Apolaki berhasil membutakan Mayari. Sesudah pertempuran, Apolaki terus
merenungkan tindakannya dan secara perlahan menyesali hal tersebut.
Sebagai bentuk permintaan maafnya, Apolaki setuju untuk membagi
kekuasaan langit dan dunia dengan Mayari.
Pertama, Apolaki akan berkuasa dengan matahari, kemudian Mayari akan
melanjutkannya. Namun karena ia sudah kehilangan sebelah matanya, pada
saat ia berkuasa maka kekuatannya tidak sekuat Apolaki, membuat bulan
lebih gelap. Inilah yang menjadi cikal bakal siang dan malam.
3. Mitologi Aztec
Pada awalnya ada 4 dewa berbeda yang menjadi matahari. Akan tetapi semua
lenyap karena permusuhan dengan dewa lain. Pertempuran terus terjadi
untuk menentukan siapa yang menjadi dewa matahari selanjutnya. Akhirnya,
tidak ada Dewa yang berani mengajukan diri karena takut pertempuran
terjadi kembali dan dunia berada dalam kekacauan. Hal ini menyebabkan
kegelapan mengelilingi dunia. Perundingan kemudian terjadi untuk
menentukan siapa yang menjadi dewa berikutnya, dan siapapun yang dipilih
harus siap mengorbankan dirinya untuk menjadi Dewa Matahari berikutnya.
Dua dewa dipilih, yakni Tecciztecatl dan Nanauatl. Kemudian api agung
diciptakan sebagai tempat pengurbanan kedua dewa ini. Tecciztecatl yang
harusnya melompat pertama kali ketakutan dan mundur sebanyak 4 kali.
Dewa-dewa lain menjadi lelah dan meminta Dewa kedua Nanauatl untuk
melompat. Nanauatl melompat tanpa takut dan akhirnya menjadi Matahari.
Harga diri Tecciztecatl yang sudah terluka membuatnya melompat
belakangan.
Akhirnya 2 matahari tecipta dari api tersebut, namun Para Dewa tidak
menyukai ide tersebut dan melemparkan kelinci ke matahari Tecciztecatl,
membuat ia tergigit dan lebih gelap, itulah yang menyebabkan terciptanya
Bulan. Tecciztecatl yang menginginkan cahayanya terus mengejar Nanauatl
si Matahari. Itulah penyebab perputaran siang dan malam.
4. Mitologi Lakota
Lakota, suku lokal Amerika, yang terkadang juga disebut sebagai suku
Sioux, namun nama itu disebut melecehkan mereka. Seperti kebanyakan
mitologi lainnya, dalam Mitologi Lakota dikenal Dewa Matahari dan Dewi
Bulan. Dewa Matahari adalah Wi sedangkan Dewi Bulan adalah Hanwi.
Dalam sebuah perjamuan, Wi si Dewa matahari tidak bersama dengan
pasangan seharusnya yakni Hanwi si Dewi Bulan. Ia malah memilih seorang
manusia biasa, Iktomi untuk mendampinginya. Skan, si Dewa Langit marah
dan memutuskan untuk menghukum Hanwi atas perbuatannya itu. Skan
mengambil kembali Hanwi dari Wi dan membuatnya berkuasa atas malam hari,
sedangkan ia menghukum Wi dengan membuat berkuasa atas siang hari,
tidak pernah diperbolehkan untuk melihat Hanwi untuk selamanya.
Terkadang karena malu atas perbuatan Wi, Hanwi akan menutup sebagian
mukanya dan ini dikenal sebagai siklus bulan.
5. Mitologi Inuit
Inuit adalah kaum yang tinggal di wilayah dingin Amerika, Kanada dan
Greenland. Dalam mitologi mereka dikenal Dewi Matahari Malina yang
tinggal dengan kakaknya Anningan, si Dewa Bulan. Suatu hari mereka
bertengkar sangat hebat dan kejadian menjadi sangat buruk. Dalam
pertengkaran itu, Malina melempar minyak hitam panas ke muka Anningan.
Menyesal atas perbuatannya, ia kabur dari rumah dan menjadi Matahari.
Anningan yang marah mengejarnya sampai pada batas dimana ia berubah
menjadi Bulan. Hal ini terus terjadi secara terus menerus dan pertukaran
bulan dan matahari sebgai perwakilan siang dan malam terus terjadi.
Namun terkadang Anningan lupa untuk makan dan menjadi kurus, hal ini
dilambangkan menyerupai siklus bulan seperti setengah bulan, bulan sabit
dan seterusnya.
6. Mitologi Mesir
Bersama dengan kisah Roma, Norwegia, Yunani, mitologi mesir juga adalah
salah satu yang paling dikenal. Dalam mitologi Mesir, Ra si Dewa
Matahari dipercaya sebagai satu-satunya Dewa Mesir yang tidak tinggal di
Bumi melainkan tinggal di langit.
Dengan kulit suryanya yang melambangkan Matahari, ia akan mengelilingi
12 provinsi. Hal ini melambangkan 12 jam setiap harinya dan menciptakan
siang hari. Akan tetapi, Ra akan meninggal setiap terbenamnya matahari,
hal ini menyebabkan kegelapan di dunia yakni malam. Dalam kematiannya,
ia akan pergi ke akhirat, melawan iblis ular bernama Apep. Begitu waktu
terbit, dipercaya bahwa Ra berhasil mengalahkan Apep sekali lagi dan
melanjutkan kembali perputaran tersebut.
Di malam hari, Khonsu si Dewa Cahaya Bulan akan menggantikan Ra
mengelilingi dunia untuk mengarahkan orang-orang ke tujuannya. Ia juga
bertugas untuk melindungi hewan liar, meningkatkan kejantanan pria,
membantu penyembuhan, meningkatkan kesuburan dan memastikan udara segar
di malam hari.
7. Mitologi Mesopotamia
Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar nama Mesopotamia, yakni
tempat lahirnya banyak peradaban pertama mencakup Sumerian, Akkadian,
Amorite, Hittite, kassite dan seterusnya. Dalam kepercayaan mereka Dewa
Matahari dikenal sebagai Shamash, anak dari Dewa Bulan, Sin. Ia
digabarkan sebagai seorang dewa yang adil dan penuh kebenaran.
Setiap hari, ia akan terbit dari barat, bersama dengan cahaya matahari
bersinar dari pundaknya. Namun tugasnya tidak hanya terbatas ke dunia,
ia juga harus melakukan hal tersebut di akhirat. Oleh karena itu ia akan
pergi ke barat dan terbenam, menciptakan kegelapan dan malam sebagai
sisa kemunculannya. Tugas lain dari shamash adalah menghakimi roh orang
yang sudah meninggal.
8. Mitologi Mamaiuran
Mamiuran adalah suku Amazon yang tinggal di Brazil. Berdasarkan mitologi
mereka, pada awalnya dunia ini hanya ada dalam kegelapan. Ini semua
disebabkan oleh ledakan populasi burung yang menutupi matahari dengan
sayap-saap mereka.
2 manusia, Kuat dan Iae muak akan hal itu. Mereka memutuskan untuk
membuat jebakan yang akan memerangkap Raja Burung, Urubutsin. Kuat dan
Iae sembunyi di balik jasad hewan yang sudah mati, mereka menunggu
Urubutsin untuk mendarat. Sesudah Urubutsin mendarat, Kuat melompat
keluar dan menangkap kaki Urubutsin. Kuat menuntut Si Raja Burung untuk
membagikan cahaya matahari bersama dunia. Karena tidak dapat kabur,
Urubutsin harus setuju akan hal itu. Dari situlah asal mula siang dan
malam.
Mitos ini mempunyai versi lain dari ceritanya yakni Urubutsin adalah
burung bangkai dan ia bukan dijebak melainkan diberi hadiah sebuah jasad
hewan yang sudah busuk sebagai pertukaran cahaya matahari di bumi.
9. Mitologi Norwegia
Narfi, seorang Raksasa yang tinggal di Jotunheim — satu di antara 9
dunia menurut kepercaayan mitologi Norwegia — mempunyai seorang anak
perempuan bernama Nott. Dibandingkan wanita-wanita lainnya, Nott
memiliki perawakan yang berbeda yakni berambut hitam dan memiliki warna
kulit berbeda. Walaupun begitu, ia memiliki 3 suami.
Nott dengan suami pertamanya, naglfari memiliki anak bernama Aud; dengan
suami kedua, Annar memiliki anak bernama Jord; dengan suami ketiga,
Dellingr memiliki anak bernama Dagr. Para Dewa yang mengetahui mengenai
Nott dan anak-anaknya, ingin menggunakan mereka sebagai bagian dari
penciptaan alam semesta.
Para Dewa memberikan Nott dan Dagr kereta kuda untuk mengelilingi Bumi.
Namun semua itu hanya dapat dilakukan dalam waktu yang terbatas yakni 12
jam. Saat Nott mengendari kuda utamanya, Hrimfaxi, maka tetesan air
akan jatuh dari surai Hrimfaxi. hal ini menciptakan apa yang kita kenal
sebagai embun pagi. Sedangkan Dagr akan memberikan cahaya terang yang
dikenal sebagai siang hari. Begitu waktu 12 jam sudah dilewatkan, maka
Nott dan Dagr tidak boleh lagi mengelilingi Bumi, dari situlah datang
malam.
10. Mitologi Iroquois
Iroquois
adalah anggota dari suku Amerika Indian utara dan mereka memiliki kisah
menarik mengenai asal mula siang dan malam. Di Dunia Langit, ada wanita
hamil, kakaknya, dan pohon kehidupan. Pohon kehidupan sendiri adalah
pohon yang juga menghalangi pintu masuk ke dunia di bawah dan siapapun
tidak diperbolehkan untuk mengganggunya. Suatu hari, karena penasaran
wanita hamil tersebut meminta kakaknya untuk memindahkan pohon
kehidupan. Pintu masuk dunia bawahpun terbuka dan karena kecerobohan, si
Wanita jatuh.
Untungnya selagi wanita itu jatuh, burung di dunia bawah langit
menyelamatkannya dan mereka terjatuh di punggung kura-kura. Di sana, ia
menciptakan bumi, dan melahirkan 2 anak kembar. Sayangnya, si wanita
meninggal karena sifat liar dari salah satu anak kembar tersebut, yang
disebut sebagai kembar bertangan kiri. Kedua anak kembar ini
melambangkan kebaikan dan kejahatan dimana si kembar bertangan kiri
adalah yang jahat dan tangan kanan kebaikan.
Setelah kematian ibu mereka, kedua anak kembar ini diasuh oleh nenek
mereka di Dunia Langit. Seiring kedua anak kembar ini bertumbuh dewasa,
nenek mereka meninggal dan tubuhnya diperebutkan. Saat perebutan
terjadi, tubuh nenek mereka terbelah dua dan kepalanya terlempar ke
langit membentuk objek bulat di langit. Menyadari sifat mereka yang
saling berlawanan, mereka memutuskan untuk berada dalam 2 alam yang
berbeda. Kembar bertangan kanan akan berkuasa di dunia menciptakan
siang, kemudian kembar bertangan kiri akan berkuasa yang menciptakan
malam, dimana kejahatan akan lebih sering terjadi.



Unknown


0 komentar:
Posting Komentar